Senin, 01 Juli 2013

Matematika Itu Indah (Bagian 1)-Mengenal Allah Melalui Bangun Datar


“Anak-anak, coba dari 4 korek api ini buat bangun persegi. Bisa?” tanya bu guru.
“Bisa Bu! Gampang banget.”
“Subhanallah. Sekarang ada 3 korek api, bisakah dibuat bangun segitiga?”
“Bisa Bu! Ini dia!”
“Sekarang, coba dari bangun datar yang kamu buat itu, untuk yang persegi ambil korek apinya 1 dan yang segitiga juga ambil 1 korek apinya.”
“Sudah Bu.”
“Apa yang terjadi?” tanya bu guru.
“Ya nggak jadi persegi, ya nggak jadi segitiga lagi.”
“Berarti bagaimana kesimpulannya?”
Seorang siswa menjawab bahwa untuk membentuk persegi dan segitiga korek api yang diambil harus dikembalikan lagi ke tempatnya semula. Tak ada itu, korek api yang masih tersisa tak bisa disebut bangun persegi dan segitiga.

Bu guru mengacungkan jempolnya. Sip. Ok. Good. Luar biasa. Anak-anak akhirnya tahu bahwa keberadaan korek api (dalam hal ini korek api disebut sebagai sisi) sangat berarti bagi persegi dan segitiga. Di akhir pembelajaran bu guru mempertegas,”Begitulah Allah anak-anakku semua. Yang Maha Melengkapi semua yang ada di dunia ini. Ada anak laki-laki maka ada pula anak perempuan. Ada yang tua, maka ada pula yang muda. Ada yang kuat maka ada pula yang lemah. Ada yang miskin maka ada pula yang kaya. Nah, semuanya saling bekerja sama, saling melengkapi. Seperti halnya korek api tadi. ”

4 komentar:

  1. Top! Penyampaian materi yang menyenangkan. Andai semua guru kayak Mbak Henny, InsyaAllah pintar-pintar anak Indonesia. Ditunggu materi matematika selanjutnya ya Mbak... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip ... tp gurunya bukan aku itu ...

      Hapus
  2. Keren deeh, jadi matematika gak menakutkan banget terutama gurunya yang manis, so sweet dan penyabar :) smua bisa dipahami dengan baik dan benar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga semua guru matematika seperti itu ya ...

      Hapus