“Tasnya nggak ada, laptop nggak ada,” batin
saya sekaligus saya bisa menebak ke mana suami saya pergi. Saya telepon tidak
diangkat, saya SMS tidak dijawab, lebih dari 2 jam. Dan terpaksa sore harinya
saya boyong kedua anak saya untuk ikut rapat bersama saya. Sambil menunggu
teman, saya bertanya kepada Qowiyy, si sulung.
Sepekan kemarin plus hari Minggu
betapa ketidakhadiran suami membuat saya merasa lelah yang bertambah. Ada 2
anak yang harus saya perhatikan setiap harinya. Ingin sekali saya nikmati.
Namun, ada mengganjal di hati. Hari Sabtu, betapa senang saya rasakan, saya
mengaji di sebuah tempat tanpa gangguan anak-anak. Suami yang baru saja pulang
dari dinas luar kota bersedia merawat dua buah hati saya. Hari Minggu pun masih
sempat mengajak kami keliling kota meski sebentar. Dan siangnya, ketika saya
bangun tidur, anak-anak masih terlelap juga, tak saya jumpai suami saya.
“Mas, suka tidak jika ayah sering pulang
malam?”
“Nggak suka!” jawabnya singkat.
“Kenapa?”
“Mas Qowiyy nggak bisa main. Ayah
pulang, Mas Qowiyy dah bobok.”
Saya langsung menangis. Tak menyangka Qowiyy akan menjawab begini. Tapi
bagaimana lagi, nasib keluarga saya memang begini. Lembur dadakan sering
melanda suami. Lagi asyik-asyik bercanda menikmati hari libur, si Bos tiba-tiba
menelepon untuk segera anu dan anu. Sudah siap-siap untuk pulang kerja ada
permintaan mendadak untuk diselesaikan juga.
“Sabar ya, Nak!” tangis saya
masih meleleh. Dan si kecil kembali bermain meski tiada teman baginya sampai
kantuk menyerang lepas senja. Isya datang, dia sudah terlelap. Dan sang ayah
belum juga datang.
Ayah, adalah sosok lain yang
menjadi centre of interest anak. Apalagi bagi seorang anak laki-laki. Dia
belajar kekuatan dari seorang ayah, dia memaknai definisi keberanian juga dari
seorang ayah. Pas-nya begitu. Tepatnya demikian. Lima hari ini Qowiyy
kehilangan.
Syukurlah, masih sanggup saya
menahan air mata kesedihan itu. Beruntung, meski dalam sempitnya waktu, suami
selalu menggunakannya untuk anak-anak. Lima hari yang hilang bisa segera
tergantikan di hari berikutnya. Hanya berharap Qowiyy bisa mengerti, begitulah
pekerjaan ayahnya. Seorang PNS alias Pegawai Non Stop. Juga berharap Qowiyy
tetap merasakan lezatnya pertemuan bermain dengan ayahnya meski itu hanya
sebentar. Semoga cukup sepekan saja!