Tampilkan postingan dengan label veronica pba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label veronica pba. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Mei 2013

Bahkan Warna pun Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Merah, kuning, hijau, di langit yang biru …(lagu pelangi-pelangi)

Ini bukan mau bernyanyi lho, tapi ini mau mengingatkan bahwa adanya warna dalam kehidupan itu memang bisa memberi warna. Khususnya dalam bisnis, warna rupanya tak bisa disepelekan dalam hal kemasan produk.
Mengapa? Karena warna turut mempengaruhi perilaku konsumen. Pernah datang ke restoran yang dindingnya didekorasi dengan warna kuning? Ternyata, warna ini bisa menumbuhkan selera makan. Sedangkan warna biru dan hijau biasanya identik dengan makanan yang sehat atau berbahan baku organik. Kehadiran warna dalam design produk mampu menghadirkan emosional sang konsumen.
Masih ada hal lain yang turut serta mempengaruhi perilaku konsumen dalam menilai produk. Veronica RatnaNingrum mengatakan paling tidak masih ada 3 lagi. Dan ketiga hal ini termasuk warna tadi semestinya juga menjadi unsur yang harus dipertimbangkan pelaku bisnis dalam mempersiapkan produknya. Apa sajakah?
·         Desain
Misalkan saja sarung khusus anak-anak. Mana yang akan dipilih anak agar percaya diri untuk dipakai, sarung yang ada motifnya bergambar mobil atau sarung yang bergaris-garis? Yang pemakaiannya seperti sarung orang dewasa atau yang sudah tinggal pakai saja karena ada tali pengikatnya/pengencang bagian perutnya?
·         Logo
Jelaslah adanya logo akan mengendapkan ingatan tentang produk yang dimaksud. Biasanya yang mudah diingat itu adalah logo yang sederhana dan tidak terlalu rumit. Logo es krim walls,contohnya. Nggak neko-neko, alias biasa, tapi maknanya yang luar biasa. Dan ternyata es krim ini jadi favorit di semua kalangan. Atau logo sepatu “nike”, gampang sekali untuk diingat dan dikenali. Hal ini jadi mindset tersendiri.


·         Bahan
Tak kalah pentingnya soal bahan produk yang dipasarkan. Botol minum anak-anak dari plastik akan cenderung dibeli orang tua untuk anaknya dibandingkan dengan botol minum yang terbuat dari kaca. Khawatir pecah dan tidak awet tentunya.

“Itulah dampak dari cara penyajian sebuah produk. Konsumen menilai layak tidaknya harga dan kualitas sebuah produk dari kemasannya. Menyiapkan kemasan sebuah produk, perlu direncanakan dengan teliti. Sebab ini menyangkut tentang bagaimana Anda bisa memenangkan perhatian konsumen dan melekatkan image produk Anda dalam benak mereka, ujar Veronica, konsultan marketing yang namanya semakin booming. Indscript Creative sebagai Personal Branding Agency tak salah mengangkat sang woman marketer ini di dunia bisnis yang semakin berkembang dari hari ke hari.

Bagaimana Konsumen Bisa Menilai Produk Anda?

Jika Anda pergi berbelanja, cobalah bandingkan harga sebuah apel Fuji yang dikemas dengan styrofoam warna merah jambu, dengan apel lokal yang ditumpuk begitu saja. Anda pasti akan melihat bahwa meskipun produknya sama atau nyaris serupa, namun harga bisa berbeda jauh. Apel Fuji yang berwarna semu kemerahan itu terlihat lebih menarik, dan harganya sedikit lebih mahal daripada apel biasa yang tanpa kemasan. Coba pula bandingkan harga deterjen bubuk yang kemasannya putih sederhana, dengan yang kemasannya berwarna cerah dan menarik. Kemasan yang mencolok, dengan nama merk jelas, biasanya lebih mudah diingat oleh konsumen dan dianggap lebih bermutu. Padahal sebenarnya, belum tentu kualitas produk tanpa kemasan bagus itu lebih rendah dibandingkan yang dikemas menarik.
Orang lebih suka beli buah di supermarket daripada beli buah di pasar ...

Jadi ingat ketika membeli kue cubit di pasar kaget dengan bungkus plastic bening biasa dengan kue cubit yang dibungkus kotak mika di depan perumahan elit. Yang dijual di pasar kaget dihargai 500 rupiah per bijinya sedangkan yang satunya harga per bijinya 700 rupiah. Padahal bentuk dan rasanya sama. Saya sendiri pun lebih suka membeli yang di depan perumahan itu.
Ada lagi kisah tentang perilaku konsumen ini terkait produk, misalnya jasa daycare yang saya tawarkan. Seorang ibu yang menitipkan anaknya di daycare berkata bahwa dia senang dengan tempat daycarenya yang penuh warna dan bersih,padahal harganya hampir sama dengan daycare lama yang dulu anaknya pernah dititip.

Minggu, 26 Mei 2013

Business Plan: Ujung Tombak Bisnis

Bisnis Anda pernah bangkrut di tengah jalan padahal baru seumur jagung? Atau mau buka bisnis, tapi bingung apa yang mau dilakukan? Mau maju ragu, mau mundur tapi ingin mencoba. O, o, nampaknya Anda perlu memperhatikan hal yang satu ini. Business Plan! Bisa jadi bisnis bangkrut karena awalnya sang pelaku tak membuat Business Plan.
Beginilah jika bangkrut. Tidak mau, bukan?

Ini bukan sekedar rencana lho! Tapi ini benar-benar rencana matang untuk bisnis/usaha Anda. Bukan sekedar modal nekat saja,asal jalan. Tidak, bisnis sangat butuh perencanaan yang matang dari banyak hal. Business Plan harus dijalankan, Agar bisnis langgeng dan kata “gulung tikar” tak sempat mampir menimpa bisnis Anda. Bagaimanapun, bisnis itu penuh tantangan, tentu akan banyak aralnya. Dan hal ini bisa disiasati dan diminimalisir dengan Business Plan.
Ujung tombak bisnis Anda:Business Plan

Veronica Ratna Ningrum, sang konsultan marketing juga menegaskan betapa pentingnya Business Plan. Berikut ini beberapa tips dalam membuat Business Plan:
·         Analisa tipe klien dan kesesuaian produk bagi mereka
Produk yang dibuat dalam bisnis jika sesuai dengan tipe klien tentu akan mempermudah sang pebisnis untuk menentukan strategi pemasaran. Misalnya saja Indscript Creative. Agensi naskah ini meskipun lembaga yang produknya berupa jasa, namun pandai betul mencermati tipe kliennya. Banyak di antara ibu-ibu yang menjadi penulis tidak tahu kemana naskahnya akan dikirim. Maka, hadirnya lembaga yang digawangi Indari Mastuti ini bisa menjembatani penulis dengan penerbit. Pas, bukan? Atau dengan peran Indscript Creative sebagai Personal Branding Agency rupanya juga sangat sesuai dengan kebutuhan orang untuk bisa lebih mempromosikan kelebihan dirinya sebagai bagian dari cara mereka untuk bermanfaat kepada orang lain.
·         Perhatikan sungguh-sungguh kompetitor bisnis
Bisnis tentu saja memiliki pesaing. Jika tak ada pesaing, bukan bisnis namanya. Sekalipun bisnis itu unik dan baru ada pertama kalinya, lambat laun akan mempunyai pesaing juga. Maka, business plan bisa digunakan untuk meraba-raba apa kelebihan dan  kekurangan kompetitor sehingga Anda bisa menyiapkan strategi yang lebih lagi untuk mengunggulinya, baik dari segi layanan, pemasaran, dsb. Daycare di Depok ada banyak sekali, namun yang menjadi keunggulan daycare yang saya kelola adalah tempatnya yang strategis dan pengasuh yang ramah serta sayang anak. Terkadang masalah pemberian nama produk saja juga bisa menjadi nilai jual yang luar biasa berpengaruh. Anda menjual martabak dengan nama “Martabak Telur Enak” dengan Anda menjualnya dengan nama “Martha Bucks” tentu akan beda sensasinya. Konsumen cenderung ingin mampir ke warung martabak yang kedua.
·         Kejelasan bisnis
Jelaskan semuanya! Mulai dari lokasi, sektor yang digarap, bentuk produk dan layanan, segmentasi pasar, analisa laba rugi, analisa kembali modal, manajemen, dan strategi marketing yang dikembangkan.
·         Kerjakan dan buat Business Plan dengan rapi dan professional
Membuatnya bisa dengan bantuan seorang konsultan marketing yang handal. Business Plan yang dibuat haruslah rapi, lengkap, jelas parameter dan indikatornya, sehingga mudah dibaca dan dipahami. Ini sebagai penentu dan modal awal kesuksesan bisnis Anda.
·         Sumber modal
Membincangkan modal memang krusial dalam sebuah bisnis. Hitung-hitungannya pasti akan menyita perhatian pelaku bisnisnya. Sumber modal bisa dari mana saja. Namun, yang terpenting adalah bagaimana analisa untung ruginya. Konsultasikan dengan konsultan marketing mengenail sumber modal yang tepat bagi bisnis Anda. Adanya unsur timbal balik juga perlu dipertimbangkan sehingga ada simbiosis mutualisme antara pebisnis dengan penyedia modal.
·         Alternatif Business Plan

Terkadang satu Business Plan yang dibuat menuai hambatan, maka sebagai seorang pebisnis dibantu seorang konsultan marketing dituntut untuk membuat alternatif Business Plan selanjutnya. Bagaimanapun bisnis harus tetap berjalan meski banyak rintangan. Alternatif Business Plan ini hanya sebagai antisipasi jika perencanaan awal gagal. Sedia payung sebelum hujan.

Tips Mempersiapkan Business Plan

Ciri seorang guru yang baik adalah ketika akan mengajar sebelumnya membuat rencana pelaksanaan pembelajaran. Mendikbud pun pasti akan setuju dengan kalimat yang mengawali tulisan ini. Bagaimana tidak? Pernah saya diminta untuk mengisi sebuah acara dengan mendadak dengan tema yang belum pernah saya kuasai sebelumnya. Saya asal-asalan membaca buku, yah, pokoknya bisa lah. Tetapi ternyata tanpa perencanaan yang matang tentang materi dan bagaimana menyampaikan membuat saya merasa gagal. Selesai acara sepertinya terasa sekali bahwa penyampaian saya kurang mendalam, pertanyaan peserta tak mampu saya jawab dengan memuaskan.

Nah, seorang pebisnis sama halnya dengan seorang guru. Setiap orang yang hendak menjalankan sebuah bisnis, perlu mempersiapkan rencananya dengan matang, melalui sebuah Business Plan. Sebab, tanpa adanya perencanaan yang teliti, besar kemungkinan bisnis tersebut mudah gulung tikar atau tidak mampu bertahan lama. Dunia bisnis adalah dunia yang sarat dengan tantangan. Memiliki produk bagus saja tidak cukup. Memiliki mental baja pun tidak selalu menjadi kunci keberhasilan. Kita memerlukan informasi yang cukup tentang segmen pasar yang dituju, berikut perencanaan menyeluruh bagi bisnis yang akan dijalankan.
Bisnis bangkrut buat pusing ...

Veronica Ratna Ningrum, seorang Konsultan Marketing yang diangkat oleh Indscript Creative sebagai Personal Branding Agency, yang sudah cukup lama menggeluti dunia marketing terutama di sektor perbankan ini, memaparkan sejumlah tips penting saat mempersiapkan sebuah Business Plan:
1.     Pahami terlebih dahulu tipe klien serta kesesuaiannya dengan produk Anda. Dengan mendeskripsikan secara jelas tentang produk dan segmen klien yang hendak dituju, Anda akan memiliki gambaran yang jelas tentang prospek pemasaran produk tersebut. Misalnya saja Anda ingin sekali menjual produk tas dari daur ulang sampah plastik, maka Anda harus tahu bahwa segmen konsumen yang akan menikmati produk Anda para perempuan. Dengan demikian Anda juga akan tahu tas seperti apa yang akan Anda produksi.
2.     Kenali siapa kompetitor Anda. Setiap usaha, seunik apapun, pasti berpeluang mengundang kompetisi. Untuk itu, Anda perlu memahami siapa saja yang menjadi kompetitor Anda, seperti apa kualitas produk mereka, apa kelebihan dan kekurangan mereka. Deskripsikan dengan jelas tentang apa kelebihan yang Anda miliki, baik dari segi produk, layanan, pemasaran, dan sebagainya. Lalu bandingkan, dan tetapkan strategi yang paling pas agar produk Anda bisa bersaing di pasaran. Saya mempunyai dan sedang menggeluti usaha daycare di Depok, maka secara tidak langsung saya harus mengenali kompetitor saya sehingga ada diferensiasi keunggulan yang bisa saya tawarkan melalui daycare yang saya garap.  
3.     Deskripsikan dengan jelas tentang bisnis Anda; mulai dari lokasi, sektor yang digarap, bentuk produk dan layanan, modal dan investasi lainnya, analisa pasar, proyeksi laba atau kembalinya modal, manajemen, dan strategi pemasarannya.
4.     Buatlah Business Plan dengan rapi dan profesional. Gunakan jasa seorang konsultan marketing untuk membantu mempersiapkan Business Plan tersebut sebaik mungkin. Business Plan yang rapi, mudah dibaca dan dipahami, serta jelas parameternya, akan menjadi penentu awal sukses tidaknya sebuah bisnis.
5.     Jika bisnis Anda memerlukan tambahan dana dari para penyedia bantuan modal, konsultasikan terlebih dahulu dengan konsultan marketing Anda tentang untung ruginya, serta sumber penyedia modal yang paling tepat. Bantuan modal umumnya mensyaratkan timbal balik, jadi pastikan bahwa perusahaan Anda dapat memberikan solusi yang memuaskan, baik bagi penyedia modal maupun bagi bisnis Anda sendiri.
6.     Terakhir, Veronica yang juga adalah CEO dari PT Masterindo Multiguna ini menyarankan, selalu siapkan alternatif, untuk mengantisipasi jika perencanaan pertama mengalami hambatan. Dalam dunia bisnis, hambatan bisa muncul secara tak terduga. Untuk itu, selalu siapkan payung sebelum hujan, dengan cara mempersiapkan Business Plan Anda secermat mungkin.
Awali bisnis Anda dengan business plan

Dengan Business Plan, bisnis lancar, bisnis menguntungkan. Veronica, sang konsultan marketing dengan senang hati akan melayani Anda bila Anda membutuhkan.

Kamis, 16 Mei 2013

Bisnis Melejit dengan Konsultan Marketing


Ingin punya bisnis yang melejit dengan keuntungan yang besar? Rasanya, hampir semua orang yang bertindak sebagai pelaku bisnis ingin sekali meraih hal tersebut. Dalam perjalanannya, ada pelakuk bisnis yang eksis dan ada pula mereka yang akhirnya berhenti di garis finish yang diciptakan sendiri alias gulung tikar.
Pengalaman seorang perempuan kala itu berusia 28 tahun bisa menjadi pelajaran. Membuka warung minuman tanpa perencanaan yang matang justru membuat perempuan ini, sebut namanya Dwi akhirnya hanya menangis merana karena tak bisa mengembalikan utang yang sebelumnya dibuat modal dagang. Parahnya belum genap sepekan jualan, warungnya sudah ditutup. Karena hal sederhana. Membuka usaha tanpa pertimbangan yang jeli.
Belajar dari hal tersebut, maka ketika saya akan membuka bisnis daycare, jauh sebelum daycare berdiri saya menggaet seorang pebisnis sukses di dekat saya untuk bekerja sama. Syukurlah, dengan dibantu beliaunya daycare sekarang banyak dilirik orang tua untuk menitipkan anaknya, bahkan sampai waiting list juga pernah terjadi.
Benar. Sangat benar. Keberadaan seorang konsultan marketing memang akan sangat membantu kesuksesan bisnis yang Anda jalankan. Personal Branding Agency, Indscript Creative telah memperkenalkan kepada Anda seorang konsultan marketing yang sudah tak asing lagi dalam dunia perbankan khususnya. Dia Veronica Ratna Ningrum. Perempuan muda dan penuh semangat ini berkata,” Menjalankan bisnis tidak semata-mata hanya seperti pedagang, yang memproduksi produk dan menjualnya kepada konsumen. Dalam banyak hal, produsen atau pebisnis membutuhkan campur tangan seorang konsultan untuk membuat produknya disukai oleh konsumen dan laku di pasaran.
Banyak hal yang bisa dilakukan oleh Konsultan Marketing meski kerjanya hanya di balik layar saja. Dalam hal produksi misalnya. Konsultan marketing akan membantu mengarahkan pelaku bisnis dalam menentukan bentuk dan kemasan barang yang diproduksi. Seorang konsultan marketing sangat memahami bagaimana menentukan target konsumen sebuah produk berdasarkan need assessment konsumen melalui pemetaan berdasarkan riset dan observasi. Bekerja sama dengannya, seorang produsen tak akan kesulitan untuk langkah awal ini.
Terkait dengan pemasaran produk, konsultan marketing akan dengan senang hati membantu kliennya untuk menetapkan langkah strategis dalam hal yang juga sangat penting ini dalam mendukung kesuksesan bisnis. Konsultan marketing akan mempelajari segala celah dan sisi sehingga memunculkan ide jitu agar barang yang diproduksi dengan kualitas bagus bisa laku di pasaran bahkan menjadi trend. Karena faktanya masih banyak dijumpai produsen kewalahan dan akhirnya merugi disebabkan ketidakmampuan mereka menjual produk yang dihasilkan sekalipun mutunya bagus.
Banyak keuntungan yang bisa diperoleh jika seorang pemilik bisnis memanfaatkan jasa Konsultan Marketing. Mereka tidak perlu harus memikirkan segalanya sendiri, karena ada konsultan yang dapat berperan sebagai partner guna mengembangkan bisnisnya,” Veronica kembali menjelaskan. Di masa mendatang, seorang pebisnis tentu saja tak ingin apa yang sudah dicapainya tetap begitu saja dari hari ke hari. Seorang pebisnis sejati selalu bermimpi dan berkeinginan agar bisnisnya berkembang baik dari jenis produknya atau keuntungan yang diperolehnya. Kehadiran konsultan marketing tidak hanya sebagai mentor bagi kliennya. Namun lebih dari itu, dia merupakan mata air yang senantiasa mengalirkan ide-ide cemerlang bagi kliennya tentang bagaimana bisnis harus dijalankan, produk apa yang bisa dikembangkan lebih lanjut, bagaimana seluk beluk biaya sehingga tak perlu biaya produksi yang tinggi, dan bagaimana terus membuat konsumen loyal dengan produk.
Namun, betapa cerdasnya seorang konsultan marketing dan kebutuhan terhadapnya sangat tinggi bagi kliennya, dia pun akan terus mengasah ilmu tentang bidang yang digelutinya mengingat dinamisnya dunia marketing dan bisnis. “Tanpa mengasah ilmu, kita akan tertinggal jauh. Dan lagipula, seorang konsultan yang baik tentu akan senantiasa berusaha memberikan yang terbaik pula pada kliennya. Seorang konsultan yang haus ilmu dan selalu berinovasi, adalah asset besar bagi kesuksesan sebuah bisnis,” Veronica menegaskan.
Ingin bisnis Anda melejit? Buka mata dan buka hati karena konsultan marketing akan dengan senang hati membantu dan melayani Anda.

Rabu, 15 Mei 2013

Pentingnya Konsultan Marketing untuk Bisnis Sukses


Berbisnis akhir-akhir ini memang menjadi pilihan banyak orang untuk mendapatkan materi dan mencukupi kebutuhan. Bahkan banyak juga yang meniatkan bisnis sebagai jalan untuk membantu pemerintah mengurangi pengangguran. Atau ada juga yang awalnya hanya berniat bisnis daripada melongo tak ada yang bisa dikerjakan. Biasanya ini dilakukan oleh ibu rumah tangga.

Apapun niatnya, seharusnya berbisnis tidak seperti itu. Jika Anda berniat menjadi seorang pebisnis,jadilah seorang pebisnis yang sejati. Itulah yang disarankan oleh konsultan marketing perempuan yang namanya semakin dikenal oleh media massa, yakni Veronica Ratna Ningrum. Menurutnya, menjalankan sebuah bisnis tentunya harus disertai dengan banyak pertimbangan dan perencanaan langkah yang pasti dan tepat. Karena hal ini akan menentukan keberhasilan dari bisnis yang dijalankan.

Personal Branding Agency, Indscript Creative contohnya. Setelah sukses dengan memproklamirkan diri sebagai Agensi Naskah, foundernya Indari Mastuti tak berhenti begitu saja. Kesungguhannya dalam mengelola bisnis terkait dunia kepenulisan sungguh luar biasa, telah dipertimbangkan dengan perencanaan yang tepat. Munculnya nama Veronica Ratna Ningrum sekarang ini juga merupakan keberhasilan bisnis yang digarap Indscript Creative. Intinya, bisnis memang tidak boleh hanya asal-asalan saja.



“Menjalankan bisnis tidak semata-mata hanya seperti pedagang, yang memproduksi produk dan menjualnya kepada konsumen. Dalam banyak hal, produsen atau pebisnis membutuhkan campur tangan seorang konsultan untuk membuat produknya disukai oleh konsumen dan laku di pasaran,” ujar Veronica.
Sosok seorang konsultan marketing memang lebih banyak berada di balik layar, namun perannya sangat penting dalam menentukan sukses tidaknya sebuah bisnis. Konsultanlah yang mengarahkan pihak produsen untuk melakukan sejumlah langkah yang berkaitan dengan proses produksi barang hingga strategi penjualan. Pada tahap awal produksi barang, konsultan bertindak sebagai pengarah saat menentukan bentuk dan kemasan barang yang diproduksi. Ia akan memberi masukan tentang apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen, tipe konsumen, serta segmen pasar berdasarkan hasil riset dan observasi.
Selanjutnya, pada tahap pemasaran, konsultan akan mendampingi sang produsen atau pemilik bisnis untuk menentukan strategi pemasaran barang. Menentukan strategi pemasaran sangat diperlukan, sebab tanpa itu, produsen akan mengalami hambatan dalam menjual barangnya sekalipun kualitasnya bagus. Konsultan akan mempelajari apa saja celah dan ide yang bisa dimanfaatkan untuk membuat produk tersebut dapat laku keras di pasaran serta tampil sebagai trend. Dan selanjutnya, ia akan merancang strategi pemasaran yang paling tepat.
Seorang konsultan marketing tidak hanya bertindak sebagai pendamping bagi kliennya. Ia juga menjadi sumber ide tentang bagaimana sebuah bisnis harus dijalankan, produk apa yang dapat dikembangkan lebih lanjut, bagaimana memangkas biaya yang tidak perlu, serta bagaimana membuat konsumen merasa lekat dan loyal terhadap sebuah produk. “Banyak keuntungan yang bisa diperoleh jika seorang pemilik bisnis memanfaatkan jasa Konsultan Marketing. Mereka tidak perlu harus memikirkan segalanya sendiri, karena ada konsultan yang dapat berperan sebagai partner guna mengembangkan bisnisnya,” ujar Veronica.
Konsultan Marketing "Veronica"

Sebagai seorang Konsultan Marketing, Veronica menyadari bahwa perannya sangat vital bagi kesuksesan bisnis kliennya. Untuk itu, dia selalu menyediakan waktu untuk memperdalam ilmu dalam hal Marketing dan Bisnis. Baginya, itu penting dilakukan oleh setiap konsultan, karena dunia marketing sangat dinamis dan sarat perubahan. “Tanpa mengasah ilmu, kita akan tertinggal jauh. Dan lagipula, seorang konsultan yang baik tentu akan senantiasa berusaha memberikan yang terbaik pula pada kliennya. Seorang konsultan yang haus ilmu dan selalu berinovasi, adalah asset besar bagi kesuksesan sebuah bisnis,” ujar perempuan muda yang sudah menangani program marketing dari beberapa lembaga perbankan ternama di Indonesia ini.



Minggu, 05 Mei 2013

Siapakah Pelanggan Utama Anda?


Tahun 2011 akhir saya memulai bisnis yaitu berupa daycare. Hidup di kota besar seperti Depok yang padat penduduk dan pendatang baru dari daerah membuat saya berpikir bahwa ini merupakan peluang untuk berbisnis daycare.Pasalnya, pendatang baru ini sebagian besar adalah pasangan muda yang baru menikah dan punya anak masih balita. Jauhnya mereka dari keluarga juga semakin memperkuat saya untuk mendirikan daycare karena mereka pasti membutuhkan jasa pengasuh untuk anaknya sedangkan dari pihak keluarga tak ada yang bisa membantunya, kecuali hanya insidental saja.
Ibu-ibu muda sebagai pelanggan utama daycare

Ya, memahami karakteristik pelanggan utama adalah salah satu syarat kesuksesan sebuah bisnis. Demikian yang dikatakan oleh Veronica Ratna Ningrum. Veronica adalah seorang Woman Marketer yang telah sukses menangani berbagai program marketing bagi sejumlah lembaga perbankan, baik bank nasional maupun bank asing.

Veronica yang juga CEO dari PT Masterindo Multiguna yang bergerak di bidang konsultan marketing ini, mengatakan lebih lanjut, “Memahami karakteristik pelanggan ini sangat penting, sebab tanpa itu, kita tidak mungkin dapat menentukan strategi marketing dan memberikan layanan terbaik bagi mereka.”
Menurut Veronica, ada sejumlah karakteristik pelanggan utama yang perlu diketahui oleh setiap pelaku bisnis, yakni:
·         Informasi dasar tentang pelanggan: siapa mereka, kisaran usia, kisaran penghasilan, lokasi tempat tinggal, atau lokasi bisnisnya. Milikilah database pelanggan yang tersistem dengan rapi, yang berisi semua informasi dasar tersebut beserta alamat kontak mereka. Kontak mereka dibutuhkan untuk tetap dapat berinteraksi dengan baik dan memberikan informasi terkini tentang sesuatu yang baru dari perusahaan Anda.
·         Bidang atau bisnis yang mereka jalankan, termasuk siapa saja klien mereka, dan bagaimana mereka menjalankan bisnis tersebut. Dengan demikian, Anda akan tahu layanan jasa atau produk seperti apa yang tepat bagi mereka.Contohnya saja apa yang sudah dilakukan Indscript Creative sebagai agensi naskah dan Personal BrandingAgency. Sebagai agensi naskah, Indscript Creative tahu bahwa klien mereka adalah ibu-ibu penulis dan penerbit, maka agar banyak penulis yang mengirimkan naskahnya ke mereka, Indscript Creative memberikan layanan pelatihan online kepenulisan dan menyalurkan naskah ke penerbit.
·         Hal-hal yang mereka sukai. Masing-masing pelanggan memiliki kesukaan atau hobi yang unik. Jika kita memahami apa yang mereka sukai, akan mudah untuk merancang program rewards atau program marketing lainnya guna membentuk loyalitas pelanggan.
·         Problem yang mereka hadapi. Setiap pebisnis, termasuk kita, tidak semata-mata menawarkan sebuah produk atau jasa kepada konsumen. Namun kita juga menawarkan solusi bagi problem yang dihadapi pelanggan. Dengan memahami problem mereka, kita dapat merancang program maupun produk yang lebih tepat.
Bagi Veronica, memahami siapa pelanggan utama bisnisnya, adalah bagian yang tak terpisahkan dari prinsip menjadikan konsumen sebagai raja. Lulusan Universitas Kristen Indonesia (UKI) jurusan Manajemen yang meneruskan ilmu hingga ke Illinois-AS ini, senantiasa menekankan perlunya memperhatikan kebutuhan konsumen dan memberikan layanan terbaik. “Sebab sukses tidaknya sebuah bisnis, sangat tergantung dari cara kita menghadapi konsumen,” ujarnya.