Jumat, 22 Agustus 2014

Melek Pajak Bersama Pemimpin Impian IKPI Surabaya

                Didaulat menjadi Ketua IKPI (Ikatan Konsultan Pajak Indonesia) Surabaya yang baru, Zeti Arina merasa amanah yang diembannya semakin berat. Namun, perempuan ramah ini bersyukur karena proses pemilihan ketua IKPI Surabaya berlangsung dengan sangat demokratis dan benar-benar musyawarah untuk mufakat. Putaran kedua pemilihan tidak jadi diselenggarakan karena sebagian besar peserta memilihnya.

                Tentu bukan kesenangan yang dirasakan Zeti, tetapi bagaimana tampuk kepemimpinan ke depan di pundaknya bisa berjalan dengan baik. Bagaimana keinginan Zeti agar masyarakat melek pajak bisa sebaik mungkin selaras dengan IKPI. Kacang tak lupa dengan kulitnya. IKPI Surabaya berpatokan penuh dan mendukung program IKPI pusat. Bukan mangkir dan membuat rencana program sendiri lantaran mampu dan sudah mumpuni. Bagi Zeti, kesuksesan IKPI Surabaya nantinya dengan program yang sejalan dengan IKPI pusat, secara tidak langsung membantu kesuksesan program IKPI pusat.

                Selama ini IKPI berperan penting dalam proses eduktif ke lapisan masyarakat di berbagai tempat tentang pajak. Kelompok lain di KADIN, real estate, pedagang emas juga tak luput digarap IKPI agar sosialisasi pajak tersampaikan secara meluas dan menyeluruh. Didukung program andalan yang telah disusunnya, Zeti berharap pajak tak lagi menjadi momok seram sehingga masyarakat menghindarinya.

                Apa saja programnya? Menjadi edukator pajak, tentu juga harus senantiasa belajar meraup ilmu baru. Zeti memfasilitasi hal ini dua bulan sekali. Anggotanya akan belajar topik tertentu yang sudah ditentukan sebelumnya. Tak lupa road show ke kanwil juga akan dilakukan Zeti bersama pengurusnya. Tak kenal maka tak sayang. Jika tak kenal bagaimana program akan berjalan. Sosialisasi IKPI juga akan dilakukan melalui media sebulan sekali. Tak lupa IKPI akan terus mempererat hubungan dengan berbagai asosiasi termasuk kampus agar manfaat IKPI bisa dirasakan semua kalangan.


              Melek pajak bukan berarti hanya paham harus bayar pajak, namun melek di sini juga mengerti bagaimana agar masyarakat dan asosiasi mampu mengajukan rulling terhadap aturan pajak yang sekiranya akan merugikan mereka. Bersama IKPI, mata diajak sungguh-sungguh melek terhadap pajak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar