Minggu, 02 November 2014

Diuntungkan Pola Tidur Anak


                Aktivitas yang cukup banyak memang menyita waktu dan tenaga. Lelah? Pastilah. Namun, semuanya butuh siasat agar tidak kewalahan atau keteteran. Mengurus daycare, menulis, homeschooling anak-anak, mengelola toko online, dan menjalani aktivitas lainnya acap kali memang membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Setiap hari terasa waktu berjalan sangat cepat sedang pekerjaan tiada habisnya. Eh, tahu-tahu sudah sore saja! Aduh, yang ini belum kesentuh nih! Maklum, tak ada ART juga di rumah. Setrikaan menumpuk pernah menjadi pemandangannya.

                Syukurlah, paling tidak, saya tidak merasa ngos-ngosan setiap hari. Pasalnya, selain dukungan suami, aktivitas saya sehari-hari berjalan cukup lancar karena kebiasaan baik anak-anak. Apakah itu?

                Ini terkait pola tidur mereka. Kebiasaan mereka tidur pasca isya langsung, ya paling malam pukul 20.00, dan saya pun tertidur mengikuti mereka sungguh nikmat rasanya. Seharian bermain bersama anak-anak dan melakukan hal lainnya, wajar sebelum isya mata saya sudah mengantuk. Kebiasaan anak-anak tidur selepas isya membantu saya bisa cepat istirahat pula. Bangun-bangun, biasanya saya tengah malam. Saya menulis. Dapat 3 artikel atau setara 3-6 halaman rasanya sudah senang. Kira-kira sudah berkutat dengan laptop 3 jam, menulis saya sudahi.

                Anak-anak terbiasa bangun pukul 3.30 atau paling lambat pukul 4.00, sebelum subuh. Selepas subuh, saya dan suami memasak bersama. Anak-anak kadang ikut membantu potong sayur, tempe, atau menghaluskan bumbu. Atau mereka main sendiri. Alhasil sebelum pukul 5.30 sarapan sudah siap disantap. Anak-anak biasa menyerbu langsung. Atau terkadang mereka jalan-jalan keliling perumahan dulu sekitar 15-30 menit lalu pulang, sarapan. Mandi, setelahnya. Suami yang memandikan anak-anak. Saya beres-beres rumah. Biasanya sebelum pukul 7.00 sudah rapi semuanya. Suami tenang berangkat kerja. Saya melanjutkan aktivitas kembali.

                Waktunya homeschooling anak-anak pukul 8.00. Sebelumnya biasanya saya sempatkan untuk menuntaskan target “ODOJ”. Sampai pukul 11.00 kegiatan homeschooling berjalan. Membuat macam-macam prakarya, melatih kreativitas anak. Lalu makan siang, terus bobok deh anak-anak. Ketika anak-anak tidur siang, saya biasanya mengontrol kondisi daycare, membaca buku, menyiapkan peraga homeschooling lagi, menulis, atau jualan online. Lumayan lho! Anak-anak tidur siang bisa 2-3 jam lamanya. Kalau nulis biasanya bisa dapat 2-3 artikel.

                Anak-anak bangun saatnya bermain kembali bersama mereka. Ya, bebas saja sampai waktunya mereka mandi sore. Sering juga anak-anak membantu saya packing pesanan mainan yang dibeli online di toko saya. Lepas mandi sore, anak-anak paling suka main ke tetangga atau baca buku. Jelang magrib mulai deh mereka mengaji. Tak ketinggalan, anak-anak paling suka mendengarkan dongeng buatan ayahnya atau kisah nabi Muhammad menjelang tidur mereka. Kalau suami pulang, saya bebas. Anak-anak tak ingat saya. Saya jualan online lagi atau baca-baca buku.

                Khusus ketika saya harus terpaksa ke daycare atau mengajar di pagi hari atau sore hari, maka kegiatan homeschooling anak diarahkan nimbrung ke kegiatan saya. Anak-anak tahu cara saya berkomunikasi dengan orang lain dan mereka berusaha praktik sebisa mereka.

                Setiap hari, begitulah ritme hidup saya. Bosan? Tidak juga. Justru kerutinan waktu seperti ini bisa membuat saya bisa memenuhi target-target yang sudah saya canangkan. Meski terkadang tidak 100% berhasil, namun menunjukkan hal yang positif.


                Pola tidur anak yang teratur membuat saya bersyukur. Saya makin bisa menata apa yang menjadi tanggung jawab saya. Pun mengatur jadwal kegiatan saya. Syukurlah, sejauh ini lancar-lancar saja. Paling tidak saya tak perlu membujuk anak untuk tidur malam cepat dan tidak kesulitan membangunkan mereka di pagi hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar