Minggu, 23 November 2014

Kartu Bergambar untuk Kecerdasan Linguistik Anak Usia 4-6 Tahun

                Senang ya jika anak TK yang masih imut-imut itu fasih dan lancar berbicara? Diajak ngomong juga cepat tanggap dalam takaran usianya. Kosakatanya pun banyak. Bahkan sampai-sampai orang tua dan gurunya pun tak mengerti darimana anak mengenal kosakata itu. Yah, saking cepatnya otak anak menyerap dan merekam apa yang didengarnya. Namun, ada juga lho, anak yang pendiam dan cenderung tak mau ngomong. Bukan karena malu, tapi karena anak bingung mau bicara apa. Apa yang diinginkannya hanya tersalurkan dengan isyarat tubuh saja. Bicaranya sepatah-dua patah kata saja.

                Nah, permainan ini bisa benget lho untuk menstimulus kecerdasan linguistic anak usia 4-6 tahun. Sebenarnya cara ini sudah saya praktikkan lama ketika sulung saya berusia 2,5 tahun. Ketika usianya sekarang mendekati 5 tahun saya mendapati dia sangat asyik dengan permainan ini. Adiknya pun yang usia 2 tahun 3 bulan ketularan. Permainan apa sih?

                Sebelumnya siapkan kartu bergambar seperti gambar berikut ini! Banyaknya terserah saja, meliputi benda yang sekiranya sudah dikenal anak. Kartu bergambar ini bisa Anda buat sendiri atau memanfaatkan kartu yang biasa dijual di toko buku atau tempat lainnya.

Kartu bergambar buatan saya
               
                Jika sudah, kocok kartu bergambar tersebut. Minta anak untuk mengambil 1 buah dalam keadaan tetap tertutup (tertelungkup). Minta anak untuk membalik posisi kartu sehingga tampak gambarnya. Anak menebak gambar apakah itu? Misal, gambar pensil. Selanjutnya, anak diminta berbicara tentang fakta pensil sebanyak minimal 3 fakta (yang saya lakukan seperti ini ya, banyaknya berapa terserah saja sih!). Anak akan berbicara. Awalnya susah bagi mereka mengingat selama ini sejak usia 2 tahun anak hanya cenderung ditanya,”Ini gambar apa?” Habis itu, selesai! Atau bisa 3 fakta tapi senada. Misal, pensil untuk menulis, pensil untuk menggambar, pensil untuk coret-coret. Biarkan saja! Selanjutnya, pancing anak dengan kata kunci ,misalkan “bentuk”. Keluar deh fakta lain pensil lainnya. Bentuknya panjang, warna hitam, keras, dsb. Ketika berhasil menyebutkan minimal 3 fakta, kartu tersebut menjadi miliknya. Jika tidak, kartu menjadi milik Anda. Anak akan menjadi pemenang jika dia berhasil mengumpulkan kartu lebih banyak dari Anda.

                Semakin diasah dan dimainkan tiap hari, anak akan terbiasa mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya sehingga kecerdasan linguistiknya terstimulus. Menjumpai benda lainnya, anak akan berbicara banyak. Tak sekedar menyebut nama benda. Semakin anak detail menyebutkan fakta, semakin bagus. Dan, kemampuan ini akan berdampak bagus bagi tumbuh kembang anak. Anak jadi peka mana yang janggal dan mana yang kurang. Anak lebih teliti.

                Ketika didapatinya gambar ayam berkaki 4, anak bisa protes dengan cepat. Bahkan ketika ada benda lain selain buku di rak buku, anak pun bisa mengetahuinya.

      “Ayah, kok tiket kereta api ada di sini sih?”
      “Ih bukan, ini bis yang kayak di Jakarta itu!”
      “Kok teh rasanya manisnya gini? Sama bunda dikasih madu ya?”


      Nah lho! Jadi kritis, kan? Anak cerdas linguistik dengan permainan kartu bergambar.

1 komentar:

  1. nice artikel.. bisa juga untuk latihan menulis ya Mb..:)

    BalasHapus