Jumat, 18 Januari 2013

Ambil yang Sama (Permainan Matematika dalam buku pertamaku "Cerdas Lewat Kertas")


Siang hari, meski jam sekolah telah usai, Bu Zati masih nampak enggan pulang. Bukan betah di sekolah, tapi dia bingung ide apa lagi yang harus dia keluarkan untuk pembelajaran matematika esok hari setelah tadi dia sudah mengajar dengan bagus tentang konsep operasi hitung bilangan bulat (penjumlahan dan pengurangan) di kelas 4.
”Kenapa Bu kok tampak bingung? Lagi mikirin apa? Kan baru aja gajian!”sapa Pak Dirman, guru baru yang kebetulan diamanahi tugas sebagai guru kelas 3.
”Bukan soal gajian Pak, tapi lagi kehabisan ide nih untuk mengajar matematika biar anak-anak senang besok pagi.”
”Tumben! Biasanya Bu Zati nggak kurang akal untuk hal semacam itu,”Pak Dirman keheranan.
”Yah, yang namanya manusia Pak, kadang perlu dipancing dulu!”
”Emang besok mau ngajar apa Bu? Mungkin saya bisa memancing idenya,”Pak Dirman menawarkan bantuan.
”Tinggal melancarkan anak-anak agar bisa cepat mengerjakan soal penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat,”jawab Bu Zati.
Pak Dirman nampak sedang memeras pikiran. Ada kira-kira 5 menit hingga tiba-tiba suasana ruang guru pecah oleh suaranya.
”Aha! Pernah tahu mainan kartu yang ada omben (minum air)-nya kan Bu?”
Bu Zati mengangguk, menunggu ide Pak Dirman. Tanpa berselang lama, guru baru tersebut mengutarakan bagaimana cara buat dan memainkan permainan matematika yang dipikirkannya.
Cara membuat:
1.      Buat kartu dari kertas bekas kaleng susu atau yang lainnya yang agak tebal, misalkan kertas asturo sehingga mudah dikocok sebanyak 50 dengan ukuran 8 x 4 (cm).
2.      Tulisi kartu dengan operasi penjumlahan atau pengurangan bilangan bulat dengan masing-masing jawaban operasi tersebut yang sama ada 5 kartu, contohnya sebagai berikut:
6 – 9                -8 +18
-8 + 5               -6 – (-16)
-9 – (-6)           2 – (-8)
-2 – 1               13 + (-3)
14 + (-11)        30 – 20
dst, hingga 50 kartu.
3.      Kocok kartu-kartu tersebut hingga tercampur.
Cara bermain dengan menggunakan kartu ini adalah sebagai berikut:
1.      Bentuk kelompok siswa dengan masing-masing kelompok terdiri atas 5 siswa dan duduk melingkar. Kemudian kartu yang sudah dikocok oleh salah seorang siswa dibagikan merata kepada 5 siswa tersebut dengan tiap anak mendapat 5 kartu. Sisanya masih dalam keadaan tertumpuk diletakkan di tengah (inilah yang disebut dengan kartu omben/ minum air).
2.      Permainan dimulai dari siswa yang mengocok untuk mengambil 1 kartu yang di tengah. Maka, sekarang ada 6 kartu di tangan. Tugasnya adalah mengamati hasil jawaban kartunya kemudian menyimpan 1 kartu lagi diletakkan di depannya (tidak dicampur dengan tumpukan kartu yang di tengah). Kartu yang disimpan adalah kartu yang hasil jawabannya adalah tidak diinginkan pemain untuk dikumpulkan dengan kartu lain yang dipegang karena hasilnya berbeda. Jadi, jika pemain ingin mengumpulkan 5 kartu dengan hasil jawaban misalkan 3, maka dia akan menyimpan kartu yang hasilnya selain itu.
3.      Permainan berganti kepada siswa yang duduk di sebelah kanan siswa yang mengocok tadi dengan melakukan hal yang serupa (kartu yang dikumpulkan boleh sama atau berbeda hasil jawabannya dengan  siswa yang lain). Demikian seterusnya hingga mendapatkan giliran semua dan kartu yang di tengah habis.
4.      Siswa yang bisa mengumpulkan/memegang 5 kartu dengan hasil jawaban yang sama, dialah pemenangnya.
”Wah, menarik sekali Pak Dirman! Anak-anak besok pasti senang,”Bu Zati kembali bersemangat.
”Moga bermanfaat Bu!”
”Pastilah!”

Dan Anda pun bisa melakukannya juga. Permainan ini melatih siswa untuk mengembangkan kemampuannya memprediksi sesuatu yang akan terjadi. Bagaimana tidak, dengan adanya modal 5 kartu yang ada di tangan siswa akan bisa melihat kira-kira kartu dengan hasil jawaban berapa yang berpeluang untuk cepat dikumpulkan menjadi 5. Selain itu, kemampuan ini pun akan berimbas kepada kemampuan lain yaitu kemampuan untuk membuat keputusan. Apalagi jika modal 5 kartu yang dipegang siswa mempunyai hasil jawaban yang berbeda semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar