Selasa, 05 Agustus 2014

Faktanya, Menulis Bisa Menebalkan Dompet


                Modalnya sebenarnya hanya menulis. Tak perlu modal banyak kecuali fasilitas menulis yang cukup memadai seperti laptop atau personal computer plus jaringan internet. Dengan terus menulis, berlatih tiada henti hingga akhirnya mahir, kemampuan ini akan menjadi ladang bisnis yang menjanjikan.

                Indari Mastuti membuktikannya. Kepiawaiannya menulis hingga 50 lebih buku telah meramaikan khasanah perbukuan Indonesia. Pun mampu membuatnya membangun bisnis yang sekarang senantiasa kebanjiran order.  Sebut saja Indscript Creative dan Indscript Copywriting. Belum lagi sekarang, perempuan muda beranak 2 ini baru saja merelease Indari Mastuti Management (IMM) pertengahan Juli kemarin sebagai ladang bisnis baru. Tak semata-mata bisnis, namun dengan adanya IMM ini, seseorang atau perusahaan bisa memanfaatkan jasa dan keilmuwannya agar bisa lebih mandiri dan mahir. Beberapa programnya adalah training dan mentoring penulisan buku serta teknik penulisan untuk kebutuhan perusahaan.

                Harapannya, setelah mengikuti training dan mentoring penulisan buku, seseorang atau kelompok kecil bisa aktif menulis buku. Jika buku yang ditulis berhasil terbit, apa yang terjadi? Penulisnya otomatis akan mendapatkan sejumlah rupiah atas buku tersebut. Semakin mahir menulis buku, maka semakin banyak pula yang akan terbit. Secara tak langsung, dompet penulis pun semakin tebal. Wow! Menggiurkan. Perusahaan pun mengerti teknik penulisan yang membantu pemasaran produk/jasa mereka. Dampaknya akan semakin menggeliat prosentase konsumen bertanya, mencari tahu kelebihannya, dan akhirnya menjadi pengguna produk/jasanya. Laris di pasaran otomatis kas perusahaan pun membengkak. Dompet personalnya tak ketinggalan pula. 

                 IMM berbeda dengan apa yang sudah digarap Indari Mastuti selama ini. Apa bedanya? Kalau IIDN sebagai komunitas ibu-ibu belajar nulis secara gratis. Sekolah Perempuan sebagai wadah perempuan untuk dibimbing menulis buku dengan beberapa kali pertemuan. Biayanya masih terbilang bisa dijangkau untuk kalangan menengah. Nah, kalau IMM diperuntukkan bagi kalangan menengah ke atas ataupun perusahaan. Selain dari sisi keuangan meningkat dengan menulis, mengikuti kegiatan IMM juga bisa dijadikan modal bagi pesertanya untuk membagi ilmu yang didapatnya kepada lingkungan sekitar. Indari Mastuti tak akan pernah merasa rugi. Justru senang karena menulis semakin diminati.

                Komplit. Kehadiran IMM menjadi oase baru juga bagi personal dan perusahaan yang ada di luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. IMM sekarang dikoordinasi oleh Emma Kusumowardani yang berada di Malaysia. Untuk menjalin kerja sama dapat menghubungi Emma melalui what’s app  di +60166404970. Yuk, manfaatkan segera! Mari, sukses menulis dan membangun perusahaan dengan menulis bersamanya! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar