Senin, 13 Oktober 2014

Hore, Aku Bisa Makan Sendiri!


                Seorang anak balita perempuan sedang asyik memainkan sepedanya di depan rumah. Berputar mengayuh sepedanya asyik sekali. Ibunya tampak kesal. Dalam waktu lama, sepiring nasi yang dibawanya belum juga habis. Anak perempuannya tak menggubris teriakannya untuk berhenti sebentar. Sang ibu jengkel karena anaknya disuruh makan sendiri tidak mau, tapi disuapi juga makin menikmati bermain sepedanya. Berhasil menyuapi sesendok, namun lama untuk sesendok berikutnya. Menghabiskan waktu lama.

                Anda pernah mengalami anak balita Anda seperti ini? Anda perlu berhati-hati. Itu salah satu tanda anak tidak mandiri. Apakah Anda juga masih memakaikan baju dan sepatu anak ketika akan berangkat sekolah padahal sudah kelas 1 SD? Waspada, karakter mandiri belum tumbuh di jiwa anak Anda.

                Yah, mandiri itu wajib dipunyai oleh setiap orang, terutama untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Tak terkecuali anak-anak. Seiring dengan jenjang usianya ada beberapa hal yang memang menuntut anak bisa mandiri, seperti makan, mandi, pakai baju, sikat gigi, cuci tangan, bahkan mengembalikan piring selepas makan. Ini adalah ketrampilan hidup yang patut anak dilatih untuk menguasai.

                Metode Montessori bisa dijadikan pilihan untuk melatih anak mandiri dengan tetap meilbatkan pengaktifan sensorik motorik anak. Ketika anak belajar mengancingkan baju sendiri, misalnya. Aktivitas dia memasukkan kancing ke lubangnya bisa memperkuat motorik anak. Saraf sensoriknya juga bekerja anak memegang kancing. Bagaimana tekstur kancingnya, bentuknya, dsb.

                Mandiri memang karakter harapan orang tua terhadap anaknya. Sebagian besar orang tua pun memilihkan lembaga pendidikan yang bisa menumbuhkan karakter ini. Sekarang banyak bermunculan TK yang menerapkan metode ini dan menjadi incaran orang tua. Salah satunya adalah KiwiKids Preschool & Kindergarten yang terletak di Bekasi. Stefie Siera Ngangi, pendiri TK ini sangat menyukai dunia anak-anak. Di usianya yang masih 18 tahun sudah menggeluti dunia bisnis juga berkat karakter kemandiriannya yang patut diacungi jempol. Dengan metode Montessori yang diterapkan di TK nya tersebut, selalu terpatri harapan bahwa anak Indonesia mampu mandiri sehingga di masa mendatang mereka bagaikan pejuang. Tak mudah menengadahkan tangan, pun bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.


                Anak minta disuapi ketika waktunya makan? Ehm, tidak lagi! Anak sudah pandai berkata,”Hore, aku bisa makan sendiri!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar