Selasa, 14 Oktober 2014

Montessori Menjawab Rasa Ingin Tahu Anak


                Pernahkah Anda sebagai orang tua kewalahan dengan pertanyaan anak Anda? Seolah apa yang ingin diketahuinya ada segudang banyaknya. Pernahkah Anda melihat keantusiasan anak melakukan sesuatu yang baru sampai-sampai timbul penasarannya jika belum selesai?

                Anak Anda hebat! Ketika anak berusia 2 tahun dan bisa berkata “apa”, jangan heran, setiap apa yang ditemuinya dia akan bertanya,”Ini apa?” Kemampuan berbahasa ini semakin melesat di usia-usia selanjutnya. Pun kecenderungannya terhadap benda-benda kecil juga mulai tampak di usianya 3 tahun. Motorik halus anak bisa diasah mulai usia ini sesuai dengan tumbuh kembangnya, seperti meronce, menggunting, melipat, dsb. Dan biasanya anak ketagihan, sampai-sampai tirai jendela juga digunting. Sedangkan anak usia 4-6 tahun memiliki kecenderungan mulai menyukai menulis dan membaca. Kertas habis dicoret dan digambari, koran dan buku lahap dibaca ala komat-kamit anak sebisanya. Anak sedang bercerita. Atau, anak asyik bertanya,”Ini bacanya apa?”

                Bayangkan jika setiap hari orang tua atau guru menghadirkan sesuatu yang baru di hadapan anaknya. Pasti akan menarik dan rasa ingin tahunya tinggi. Metode Montessori menjawab rasa ingin tahu anak yang besar ini. Melihat orang dewasa bisa mengancingkan baju, anak pun ingin mencobanya. Menyaksikan sedotan dan tali panjang di hadapannya, anak pun serta merta langsung memainkannya. Ketika ada kertas warna warni, anak pun tak bisa diam untuk meraba, melipat, bahkan meremas-remasnya. Mengamati bagaimana orang tuanya meletakkan sandal di raknya pun, anak bisa menirukannya. Anak belajar banyak hal.

                Tentunya, apa yang sudah dilakukan orang tua ini tidak terhenti begitu saja manakala orang tua memasukkan anaknya ke TK. Sebisa mungkin ada sinergi yang berkesinambungan antara orang tua dan TK anaknya. Memilih TK dengan metode Montessori salah satunya. Siera Ngangi menyadari kebutuhan orang tua akan hal ini untuk menjawab rasa ingin tahu anak yang tinggi. Dengan mendirikan KiwiKids Preschool & Kindergarten, berharap bisa memberikan sumbang sih yang tinggi untuk pendidikan anak usia dini.


                Rasa ingin tahu anak, bukanlah menandakan keterbelakangan anak. Orang tua atau guru yang jengkel melayani anak yang ingin banyak tahu, sungguh akan mematikan kecerdasan anak. Sinapsnya tak lagi tersambung karena setiap memenuhi rasa ingin tahunya, ada larangan keras dari orang tua atau gurunya. Montessori mengerti kebutuhan anak. Rasa ingin tahu anak akan terfasilitasi. Yang berada di Bekasi, KiwiKids Preschool & Kindergarten bisa sebagai solusi.

1 komentar:

  1. Harus bersyukur ya kalo anak ' cerewet'..seringnya sebagian ortu malah gk sabar he..tks artiklnya yaa..:)

    BalasHapus