Kamis, 02 Oktober 2014

Resep Sukses Si Anak Singkong untuk Perencanaan Keuangan Lebih Baik

Bank Mega, Trans TV, dsb ada di bawah pimpinannya

                Dari 1.645 milyader di dunia, ada 19 diantaranya dari Indonesia. Dan dari 19 orang tersebut, ada si anak singkong yang berhasil naik dengan pesat menduduki peringkat tiga orang terkaya di negeri ini tahun 2014. Belajar sukses dari Chairul Tanjung, si anak singkong, sangat bisa diterapkan dalam kesuksesan perencanaan keuangan sebuah keluarga.

                Sukses itu proses. Benar, bahwa sebelumnya belum mengerti perencanaan keuangan ya tidak masalah. Namun, sejalan dengan bergulirnya waktu dan kompleksitas kebutuhan hidup, mau tidak mau perencanaan keuangan harus dilakukan. Awalnya belum punya anak, perencanaan keuangan biasa-biasa saja. Mencanangkan menabung dan menjalankannya. Tinggal sementara di kontrakan berkamar satu juga tak ada salahnya. Setelah punya anak, lain lagi keadaannya. Mulai berpikir dan merencanakan bagaimana bisa tinggal nyaman dan privasi yang lebih terjaga. KPR adalah solusinya dengan mempertimbangkan kondisi keuangan yang ada. Pun, kebutuhan berkembang terkait pendidikan anak. Lagi-lagi, perencanaan keuangan sebuah keluarga harus direvisi. Diutak-atik, dipertimbangkan dengan matang sehingga tak mengalami kebingungan di masa mendatang.

                Sukses itu komitmen. Merencanakan keuangan juga butuh sikap ini. Tidak bisa asal-asalan. Jangan sampai kebutuhan konsumtif malah membelenggu keuangan yang ada sedang sumber pendapatan hanya ada satu dan pas-pasan. Sekarang mudah, kok! Ada konsultan keuangan yang bisa membantu sebuah keluarga atau perusahaan untuk membuat perencanaan keuangan. Rina Dewi Lina, konsultan keuangan yang pernah menjadi kontributor majalah Ummi bisa membantunya. Kalau menyewa konsultan keuangan tidak sanggup karena biaya, kini juga banyak majalah, website yang menghadirkan masalah ini. Hanya butuh kekonsistenan dan komitmen keluarga atau perusahaan yang bersangkutan.

                Sukses itu kebiasaan. Sama seperti anak yang belajar jalan. Untuk bisa mahir berjalan, perlu latihan berkali-kali. Awalnya, pengeluaran  keuangan tidak pernah tercatat dengan rapi. Tahu-tahu, uang habis padahal masih belum setengah bulan.Walah, kelimpungan deh jika ada kebutuhan mendadak dan mendesak. Nah, membuat perencanaan keuangan juga perlu latihan, apalagi jika sebelumnya belum pernah melakukannya. Melakukan pencatatan pengeluaran secara rutin sehingga jadi terbiasa akan memudahkan membuat perencanaan keuangan. Pos-pos pengeluaran jelas dan teridentifikasi. Jadi akan gampang diketahui mana pengetahuan penting dan tidak.   


                Ingat perencanaan keuangan, ingat resep sukses Chairul Tanjung! Menikmati proses, komitmen, dan jadikan kebiasaan. Tak ada pusing lagi, karena dompet tiba-tiba tak ada isi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar